Hits: 18

Rani Sakraloi

Sudut kota penuh gemerlap

Jalanan ramai nan padat

Runtutan bunyi klakson bernada

Matahari semakin lelap

 

Menyusul derap langkah

Perlahan semakin kencang

Mengikut arus waktu yang tergerus

Oleh bergegas akan tugas

 

Semua untuk angan dan asa

Yang jauh didapat dari desa

Namun semua tak semata

Menutup rindu akan hangatnya rumah

 

Hasrat menatap deretan bukit

Mendengar aliran mata air

Menyantap nikmat masakan ibu

Merasa tenang dari hiruk pikuk

 

Betapa rumah sangat elok terbayang

Seketika lelah menghampiri

Kala bulan semakin menampakkan diri

Bersama panasnya hawa ibu kota

 

Segala langkah yang diambil

Mengingatkan kenangan

Dari sejauh kaki membawa

Hingga kepada pergelutan di negeri orang

 

Dalam perjalanan ini

Berlalu lalang setiap keluh kesah

Tebersit pun rasa amarah

Namun cukuplah dinding saja yang dengar

 

Akan setiap letih atau kecewa

Tanamkan rapat hanya ‘tuk diri

Karena tidaklah kalah lagi

Oleh terantuk getirnya jiwa

 

Nanti ada waktunya ‘tuk pulang

Saat habis masa menggapai bayang

‘Tuk akhiri yang dimulai

Dan lanjutkan yang telah usai

 

Biarlah pulang menjadi hadiah

Akan juang dan usaha

Yang turut sumbangsih

Mencipta ukiran jejak mandiri

 

Katanya ‘kan pulang

Terucap begitu saja

Sebagai penutup hari panjang

Sesaat rehat menjelang

Leave a comment