Dalam acaranya, banyak membahas berbagai isu seputar gender dan emansipasi wanita yang dapat dikaitkan dengan dunia perwayangan. Mulai dari kesetaraan gender, toxic masculinities, leadership, hingga perspektif gender.
Hasil karya tersebut merupakan karya seni pertunjukan dengan memadukan wayang tiga dimensi yang dapat mengeluarkan cahaya (Sunar), teater, vokal, koreografi, dan musik. Dialog diungkapkan melalui tembang-tembang klasik (Kawi dan Cekepung) dan bentuk koreografi wayang.
