Setiap hari, kita selalu dihadapkan dengan berbagai pilihan. Hal-hal kecil seperti menentukan menu makan siang, baju yang akan dipakai, tempat untuk mengerjakan tugas, hingga memutuskan kegiatan yang ingin dilakukan, semuanya membutuhkan keputusan. Dari keputusan kecil yang terus-terusan terjadi, tanpa kita sadari, pikiran bisa mulai terasa lelah. Memilih sesuatu yang sebenarnya sederhana jadi terasa sulit. Situasi seperti ini disebut Decision Fatigue.
Saat ini penggunaan istilah psikologi burnout syndrome di kalangan masyarakat modern semakin banyak dipergunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang ketika mengalami kelelahan secara fisik dan mental yang berlebihan dalam pekerjaannya. Dilansir dari Fontiersin.org, burnout dapat diartikan sebagai kombinasi dari kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan pencapaian pribadi yang disebabkan oleh stres kerja akut yang berlebihan.
