Indonesia dilahirkan oleh puisi yang ditulis secara bersama-sama oleh para pemuda dari berbagai wilayah tanah air. Puisi pendek itu adalah Sumpah Pemuda. Ia memberi dampak yang panjang dan luas bagi imajinasi dan kesadaran rakyat nusantara. Sejak itu pula, sastrawan dari berbagai daerah menulis dalam Bahasa Indonesia, mengantarkan bangsa Indonesia meraih kedaulatan sebagai bangsa yang merdeka.
Era milenial yang penuh dengan banyak inovasi dan hal-hal baru ini, semakin banyak masyarakat yang sudah tidak merasa tertarik atau bahkan melupakan sesuatu yang dianggap tradisional. Termasuk makanan, kue-kue tradisional khas Indonesia sendiri sudah mulai jarang dijumpai dan digemari kalangan remaja yang mana lebih menyukai makanan kekinian di zaman ini.
Pemuda yang memiliki nama lengkap Hagai Raja Simanulingga ini berhasil menciptakan suatu penelitian baru saat ia tengah mengenyam pendidikan di SMA Unggul Del yang terletak di Kabupaten Toba Samosir.
Untuk pertama kalinya, Indonesia Kaya mengadakan acara yang bertajuk Indonesia Menari 2019 dengan tema “Cinta Budaya, Cinta Indonesia”. Acara ini diselenggarakan di Sun Plaza, Medan pada (17/11).
Saat mendengar tempat nongkrong, mungkin yang bakal muncul dipikiran sobat Pijar adalah suatu tempat yang nyaman untuk berkumpul bersama teman, sahabat, mau pun pacar. Tak heran, kafe ataupun suatu tempat makan menjadi salah satu pilihan utama untuk dijadikan rekomendasi tempat nongkrong. Namun, tak hanya tempat-tempat seperti kafe, taman bermain, pusat perbelanjaan yang bisa jadi tempat nongkrong
Ditengah arus kebudayaan global yang semakin membaratkan Indonesia dan semakin luntur nya semangat para generasi muda akan hasil kesenian daerah, kain Ulos tetap bertahan.
