Hits: 11
Tim TANBIO-BAG Universitas Sumatera Utara (USU) memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) 2026 melalui inovasi polybag biodegradable berbahan biochar dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan abu sekam padi. Inovasi ini dikembangkan sebagai alternatif polybag untuk mendukung kegiatan persemaian tanaman, sekaligus meningkatkan nilai guna limbah pertanian.
Tim Tanbio-Bag diketuai oleh Helsa Natasya Br Sembiring dari Program Studi (Prodi) Agroteknologi angkatan 2023, bersama Hegita Veronika Br Sembiring dari Prodi Agroteknologi angkatan 2023, Andri Wifali dari Prodi Agroteknologi angkatan 2023, Annisa Anggun Ray dari Prodi Agribisnis angkatan 2023, serta Putra Jernius Batee dari Prodi Teknik Kimia angkatan 2023. Tim ini didampingi oleh Beatrix Sofranes Napitupulu, dosen Prodi Agroteknologi.
Gagasan TANBIO-BAG berangkat dari persoalan pemanfaatan limbah pertanian yang belum optimal. TKKS dan abu sekam padi dipilih sebagai bahan pengembangan produk karena memiliki potensi untuk diolah menjadi material bernilai guna. Pemanfaatan kedua bahan tersebut menjadi bagian dari upaya tim menghadirkan inovasi yang memperhatikan kebutuhan persemaian, sekaligus aspek lingkungan.

(Sumber Foto: Dokumentasi pribadi Tim Tanbio-Bag)
Setelah memperoleh pendanaan PKM-K, tim menjalankan pengembangan produk secara bertahap di lingkungan Fakultas Pertanian USU. Tahapannya meliputi persiapan bahan baku, pengolahan bahan hingga menjadi TANBIO-BAG, pengeringan, pengecekan kualitas, dan pengemasan. Produk yang telah selesai kemudian diperkenalkan kepada calon konsumen melalui media sosial, serta promosi secara langsung.
Ketua Tim TANBIO-BAG, Helsa Natasya Br Sembiring, menyebut pendanaan PKM-K sebagai pengalaman penting dalam mengembangkan gagasan menjadi produk.
“Lolos pendanaan PKM-K menjadi pencapaian yang sangat berarti bagi kami. Melalui TANBIO-BAG, kami ingin membuktikan bahwa limbah pertanian seperti TKKS dan abu sekam padi dapat diolah menjadi produk inovatif yang bernilai guna dan ramah lingkungan,” ucapnya.

(Sumber Foto: Dokumentasi pribadi Tim Tanbio-Bag)
Menurut tim, keberhasilan memperoleh pendanaan bukan merupakan akhir dari pengembangan TANBIO-BAG. Produk tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dan memiliki keberlanjutan sebagai inovasi mahasiswa yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kolaborasi anggota tim menjadi bagian penting dalam menjalankan setiap tahapan, mulai dari produksi hingga pemasaran.
Helsa mengatakan tim juga berharap TANBIO-BAG dapat menjadi langkah awal untuk terus berkarya dan berprestasi.
“Kami berharap TANBIO-BAG dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat, serta menjadi langkah awal bagi kami untuk terus berkarya dan berprestasi,” ujarnya.
Pencapaian Tim TANBIO-BAG menunjukkan bahwa potensi di sekitar, khususnya limbah sektor pertanian, dapat menjadi sumber gagasan untuk menghasilkan inovasi. Bagi tim, pendanaan PKM-K 2026 menjadi momentum untuk melanjutkan pengembangan produk, sekaligus mendorong pemanfaatan limbah pertanian yang lebih bernilai guna.
Helsa Natasya Br Sembiring

