Hits: 1

Ruth Syahputri Situmorang

Pijar, Medan. One night, I was bored in bed. And stalked you on the internet. It’s feminine intuition. ’Cause I always had a vision of us standing like this.

Mungkin sepenggal lirik tersebut sudah tidak asing lagi di telinga kita. Lirik tersebut merupakan bagian dari lagu berjudul “Drop Dead” yang dirilis oleh Olivia Rodrigo pada 17 April 2026 sebagai pembuka untuk album studio ketiganya.

Lagu ini ditulis oleh Olivia bersama Amy Allen dan produsernya, Dan Nigro. “Drop Dead” dipadukan dengan sentuhan indie pop, synth-pop, dan dream pop. Music video (MV) lagu ini juga tidak kalah menarik karena direkam di Palace of Versailles dan disutradarai oleh Petra Collins, yang memang sering bekerja sama dengan Olivia. Visualisasi dari MV-nya pun menampilkan nuansa yang dreamy ala film klasik Prancis. Bahkan, pakaian Olivia dalam video tersebut terinspirasi dari gaya Jane Birkin pada tahun 1970-an.

Salah satu hal yang membuat banyak orang penasaran sebelum “Drop Dead” dirilis adalah cara promosinya yang unik. Olivia tiba-tiba meninggalkan gembok berwarna merah muda di beberapa kota besar seperti Los Angeles, London, Paris, dan New York yang dapat dilihat melalui Instagram. Di setiap tempat terdapat potongan tulisan berbeda yang jika disusun akan membentuk kalimat drop dead april 17th.

Karena hal itu, media sosial langsung ramai dengan berbagai teori dari para penggemar yang menebak-nebak apakah Olivia akan segera merilis sebuah lagu, album, atau mungkin proyek rahasia dalam waktu dekat.

Lagu “Drop Dead” juga menggambarkan perasaan yang perlahan tumbuh dari sekadar rasa penasaran menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lagu ini mengisahkan perubahan rasa yang dialami seseorang, ketika awalnya ia hanya sebatas menyadari kehadiran seseorang, melihatnya sesekali, atau diam-diam memperhatikannya dari kejauhan. Namun, tanpa disadari, perlahan sosok tersebut mulai sering terlintas di pikiran dan mulai mengharapkan kemungkinan kecil untuk bisa lebih dekat suatu hari nanti.

Perasaan yang muncul terasa indah sekaligus menegangkan. Ada harapan agar tumbuh sebuah hubungan yang berarti. Harapan kecil itu tumbuh diam dan perlahan.

Melalui lagu ini, Olivia Rodrigo membawa pendengarnya masuk ke dalam pengalaman yang terasa personal dan dekat dengan kehidupan banyak orang, terutama generasi muda yang akrab dengan fase “mengagumi dari jauh”. “Drop Dead” bukan hanya tentang menyukai seseorang, tetapi juga tentang bagaimana imajinasi, harapan, dan rasa penasaran dapat menciptakan dunia kecil yang terasa manis sekaligus menegangkan.

Lagu ini juga sangat digemari karena liriknya dianggap relate dengan banyak pendengarnya ketika mereka sedang berada dalam fase awal jatuh cinta. Lagu ini juga menjadi salah satu tren di aplikasi TikTok, ketika banyak orang membagikan kisah mereka yang awalnya penasaran dan mencari tahu tentang seseorang melalui internet, lalu berakhir menjadi sepasang kekasih.

Lagu ini juga langsung menarik perhatian penggemar karena banyak yang meyakini bahwa “Drop Dead” ditulis khusus untuk mantan kekasih Olivia, aktor Louis Partridge. Hal tersebut dikaitkan dengan bagian lirik yang berbunyi, Pisces and a Gemini. But I think we might go really nice together, yang membuat para penggemar semakin yakin karena Pisces adalah zodiak dari Olivia dan Gemini merupakan zodiak Louis.

Video musik “Drop Dead” direkam langsung di Istana Versailles, yang dibangun oleh Raja Louis XIII. Hal ini dianggap sebagai sebuah “pesan tersembunyi” oleh para penggemar.

Lagu ini langsung debut di posisi nomor satu Billboard Hot 100 dan menjadikan Olivia sebagai artis pertama yang berhasil membuat lead single dari tiga album pertamanya debut langsung di posisi nomor satu. Lagu ini telah diputar lebih dari 155 juta kali di Spotify dan 29 juta kali di YouTube.

Walaupun lagu ini masih tergolong baru, banyak media musik telah menyebut “Drop Dead” sebagai salah satu comeback pop terbesar pada tahun 2026 karena berhasil menunjukkan sisi Olivia Rodrigo yang lebih matang, romantis, tetapi tetap relatable bagi para pendengarnya.

(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

Leave a comment