Hits: 10

Kurratul Aina

Pijar, Medan. Di tengah maraknya masyarakat dengan gaya hidup individualis, Iduladha 1447 Hijriah yang jatuh pada 27 Mei 2026 kembali hadir untuk meningkatkan rasa solidaritas masyarakat. Hari Raya Iduladha juga hadir dalam meningkatkan pentingnya nilai pengorbanan dan kepedulian terhadap sesama melalui ibadah kurban.

Namun, di balik tradisi tahunan Iduladha, yaitu penyembelihan hewan kurban, memunculkan suatu pertanyaan mengenai sejauh mana sebenarnya masyarakat memahami makna empati dan solidaritas sosial dalam ibadah kurban.

Mustafa, salah seorang shohibulkurban atau orang yang berkurban, menyampaikan pandangannya terkait pelaksanaan kurban.

“Menurut bapak sih, sebenarnya kalo kurban itu memang benar adanya dilaksanakan setahun sekali. [Akan tetapi], kurban itu juga merupakan rasa syukur bapak atas nikmat yang diberikan. Dari adanya pelaksanaan ibadah kurban ini, bapak bisa berbagi rezeki dengan orang lain,” ujarnya.

Mustafa juga berpendapat bahwa seharusnya pelaksanaan ibadah kurban ini tidak hanya dianggap sebagai perayaan seremonial, tetapi juga suatu momen bagi masyarakat agar dapat mempererat hubungan sosial dan rasa solidaritas antarsesama.

Ia juga menilai bahwa Iduladha memiliki nilai utama, terletak pada keikhlasan seseorang dalam berbagi dengan orang lain tanpa memandang latar belakang. Ia yakin bahwa niatnya dalam berbagi dapat membantu dan membawa berkah bagi orang lain.

“Orang seperti fakir miskin yang gak mampu membeli daging karena harganya mahal pun, jadinya terbantu dengan adanya ibadah kurban ini, walaupun setahun sekali. Saya jujur sangat senang bisa berbagi dengan mereka,” ucapnya.

Fenomena ibadah perayaan kurban di media sosial, memunculkan pandangan bahwa kegiatan ini hanya merupakan kegiatan seremonial tahunan. Namun, Iduladha memiliki nilai yang lebih bermakna, seperti rasa kepedulian dan semangat berbagi dengan orang lain. Iduladha tetap penting untuk dipertahankan, sehingga masyarakat tetap mampu memahami makna sesungguhnya dari pengorbanan dan empati terhadap sesama.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment