Hits: 50

Aura Qathrunnada Gultom

Senja itu kupandang siluetmu di balik cahaya jingganya,

Walau hanya hitam gelap,

Tetapi parasmu tak kalah dengan indahnya cahaya senja.

Walau tak kutatap mata berbinarmu,

Namun, rambutmu yang dihembus angin itu menyihirku.

Meski aku tak melihat wajahmu,

Namun, aku mengenal dirimu.

Rupawan, ramah, kharisma, kuketahui itu walau hanya sebatas siluet,

Siluetmu satu-satunya kegelapan yang mempesonaku.

Oh, kawanku, sungguh aku merindukan hangatnya pelukanmu.

Oh, kawanku, sudikah dirimu mengenang masa itu?

Terpikir dan teringinku di tengah suasana ini,

Kau datang menghampiriku, membelai wajahku dengan lembut,

Berlari bersama menuju sinar terakhir di garis cakrawala itu.

Hingga saat itu, kau menatapku,

Tersenyum padaku dan kau menyatakan,

“Ini hanyalah bayang imajinasimu”.

Leave a comment