Hits: 28
Putri Theresia
Pijar, Medan. Siapa yang ketika mendengar kata sate langsung membayangkan rasa asin dan gurih? Sate pada umumnya memang identik dengan cita rasa tersebut. Namun, sate yang satu ini justru berbeda. Sate Madura hadir dengan cita rasa manis gurih yang khas dan sentuhan rasa pedas, memberikan sensasi yang melekat di lidah.
Potongan daging kecil-kecil ditusuk kemudian dibakar di atas bara arang hingga mengeluarkan aroma yang khas. Di atasnya, olesan kecap manis meresap perlahan, berpadu dengan bumbu kacang yang kental saat disajikan. Tambahan lontong atau nasi hangat dengan sambal serta perasan jeruk nipis, menghadirkan keseimbangan rasa manis, pedas, dan segar. Perpaduan rasa tersebut membuat Sate Madura mudah untuk dikenali di antara berbagai jenis sate lainnya.
Keunikan rasa ini tidak hadir begitu saja. Racikan bumbu kacang menjadi kunci utama kelezatan Sate Madura ini. Kacang digoreng kemudian dihaluskan bersama bawang merah, bawang putih, kemiri, dan cabai. Setelah itu, dicampur dengan air dan gula merah, kemudian dimasak hingga mengental. Bumbu kacang ini tak hanya disiram ke atas sate saat disajikan, melainkan dijadikan sebagai olesan pada daging sate ketika akan dibakar. Teknik inilah yang membuat bumbu meresap hingga ke dalam daging dan menghasilkan rasa yang khas.
Di balik kelezatannya, Sate Madura ini ternyata memiliki asal-usul yang menarik. Dilansir dari detik.com, asal-usul Sate Madura berawal dari kisah Arya Panoleh, penguasa Sumenep. Dirinya pertama kali mencicipi sate saat berkunjung ke Ponorogo. Awalnya ia ragu, tetapi akhirnya menyukai hidangan tersebut setelah mendapat penjelasan dari Batara Katong bahwa sate merupakan makanan favorit pendekar Ponorogo.
Ketertarikannya tak hanya berhenti di situ. Arya Panoleh kemudian mempelajari cara membuat sate dan membawa resepnya ke Madura. Di sana, ia mengadaptasi bumbu dan teknik penyajiannya sesuai selera lokal, hingga lahirlah Sate Madura dengan cita rasa khas.
Tak hanya itu, perkembangan kuliner sate ini pun didukung oleh kondisi alam Madura. Ketersediaan bahan seperti daging ayam, kambing, hingga sapi membuat sate semakin mudah diolah dan dinikmati oleh masyarakat. Dari sinilah, Sate Madura perlahan berkembang, tak hanya menjadi makanan lokal, tetapi juga menjelma sebagai salah satu ikon kuliner Indonesia yang dikenal luas.
Menariknya lagi, nama Sate Madura ini ternyata memiliki cerita tersendiri juga. Sate Madura disebut demikian bukan semata karena berasal dari Madura, melainkan karena para penjualnya yang merupakan orang-orang Madura. Melalui perantauan mereka, sate ini justru dikenal luas dan menjadi akrab di berbagai daerah di Indonesia.
Meskipun sudah menyebar ke berbagai daerah, tetapi rasanya tetap sama. Sentuhan manis yang khas berpadu dengan gurihnya daging, menciptakan rasa yang ikonik dan sulit untuk dilupakan. Memang terlihat sederhana, tetapi justru di situlah daya tariknya. Setiap tusuknya memberikan rasa yang konsisten dan pastinya menggugah selera.
Jadi, bagaimana? Tertarik untuk mencicipi kudapan khas Madura yang satu ini?
(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

