Hits: 87
Ferdi Rakiven Sianturi
Pijar, Medan. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menjadi sorotan di internet setelah membatasi fitur login autentikasi pada salah satu platform digital, yaitu Wikipedia. Sebagai platform kolaboratif yang menyediakan berbagai informasi dan dapat disunting oleh siapa saja, Wikipedia dikenal sebagai salah satu ensiklopedia terbesar di dunia maya, yang turut terdampak pembatasan autentikasi pada Minggu (25/2/2026).
Dikutip dari cnnindonesia.com, Komdigi menjelaskan bahwa pembatasan pada fitur login tersebut terjadi karena Wikimedia Foundation belum memenuhi kewajiban pendaftaran Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lingkup privat. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, menyatakan bahwa kebijakan ini tidak memblokir akses secara keseluruhan, sehingga pengguna tetap dapat membaca seluruh artikel Wikipedia seperti biasa.
“Akses terhadap laman utama wikimedia.org dan seluruh konten informasi tetap tersedia. Pembatasan hanya berlaku pada fitur autentikasi, sehingga pengguna tidak dapat melakukan login atau pembuatan akun baru,” ujarnya.
PSE lingkup privat adalah individu, badan usaha, atau masyarakat yang mengoperasikan sistem elektronik untuk layanan publik di luar pemerintah. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) No. 5 Tahun 2020 yang menggantikan Permenkominfo No. 19 Tahun 2014 tentang penanganan situs bermuatan negatif dan Permenkominfo No. 36 Tahun 2014 tentang pendaftaran PSE. Regulasi tersebut mewajibkan penyedia layanan digital mendaftarkan sistemnya, menjaga keamanan, mengawasi konten, serta mematuhi hukum yang berlaku.
Menanggapi kebijakan tersebut, salah satu pengurus di Wikimedia bahasa Indonesia, Affandy Murad, mengatakan pembatasan pada autentikasi menghambat kegiatan kepengurusan di Wikipedia. Menurutnya, proses kurasi informasi hingga penanganan vandalisme menjadi lebih sulit karena pengurus tidak dapat melakukan autentikasi akun. Oleh karena itu, Affandy menggunakan Domain Name System (DNS) untuk mendukung aktivitas pengelolaan sementara.
“Pemblokiran tidak berdampak pada pembaca umum, tetapi berdampak pada pihak yang membutuhkan autentikasi untuk akses lebih. Misalnya, untuk kepengurusan seperti saya atau untuk orang-orang yang terdaftar pada proyek Wikimedia sebagai parameter untuk proyeknya,” ucap Affandy.
Affandy khawatir pembatasan tersebut dapat berdampak pada kualitas informasi yang tersedia di Wikipedia. Tanpa akses autentikasi, pengurus kesulitan melakukan kurasi artikel secara optimal dan mengantisipasi potensi vandalisme yang dapat mengacaukan isi artikel.
“Bagaimana kami mau mengelola kualitas dari konten Wikimedia, tetapi kami tidak diberikan akses. Seolah sedang berada di perpustakaan, tetapi menggembok akses untuk mengkurasi buku-buku tersebut,” tambahnya.
Hingga saat ini, Wikimedia Foundation (WMF) masih berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia untuk mencari solusi terkait permasalahan tersebut. Affandy berharap Komdigi dapat membuka ruang diskusi dua arah sehingga kebijakan tidak memberatkan secara sepihak, sekaligus tetap menjamin kebebasan berekspresi dan akses informasi bagi masyarakat.
(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

