Hits: 28
Kelly Kidman Salim
Pijar, Medan. Musik adalah ekspresi budaya dengan sifat universal yang merepresentasikan nilai luhur suatu kemanusiaan. Sejak tahun 2013, Hari Musik Nasional menjadi sebuah perayaan tetap yang diperingati setiap tanggal 9 Maret sebagai simbol kebangkitan musik nasional. Melansir dari detik.com, peringatan ini memuat harapan bahwa masyarakat Indonesia dapat lebih mencintai dan menghargai karya-karya musik tanah air, sekaligus memotivasi para insan musik untuk terus berkarya dan mengangkat musik nasional di tingkat global.
Hingga hari ini, beberapa genre baru telah bertambah dalam industri musik di Indonesia. Salah satu yang banyak beredar di platform digital adalah lagu-lagu dari kawasan Indonesia Timur seperti, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara. Selain itu, perpaduan genre juga melahirkan warna musik baru, salah satunya adalah Hipdut yang menggabungkan unsur hip hop dengan dangdut. Beberapa musik lama juga diaransemen (remix) kembali dengan tambahan unsur musik elektronik yang lebih semangat, sehingga menghasilkan versi baru dari lagu yang sudah dikenal sebelumnya.
Ketrin, seorang pegawai swasta, mengaku bahwa hadirnya nuansa baru dalam musik Indonesia merupakan hal yang diapresiasi oleh dirinya.
“Nuansa musik yang sedang tren di Indonesia seperti lagu dari Timur dan Hipdut itu hal baru yang bagus untuk industri musik Indonesia. Aku pribadi mengapresiasi terobosan gaya musik baru seperti ini, ya. Beberapa lagu juga masuk di playlist sehari-hariku,” jelasnya.
Meski begitu, ada juga kekhawatiran yang timbul terhadap perkembangan musik di Indonesia yang kini seolah mulai kehilangan esensi aslinya. Andreas, seorang pekerja lepas (freelance), menjelaskan bahwa dirinya merasa musik Indonesia hari ini banyak dipengaruhi oleh budaya luar.
“Sebenarnya tidak ada yang salah kalau ada perkembangan. Hanya saja, yang tampak di musik-musik Indonesia sekarang ini sudah sangat tidak tradisional, lebih ke beat yang cepat dan EDM semua seperti musik budaya lain. Padahal, musik Indonesia dari dulu khas dengan alunan alat musiknya, apalagi dalam konteks peringatan Hari Musik Indonesia yang diawali dengan sejarah,” ungkapnya.
Kedua narasumber tersebut setuju bahwa gaya baru dalam musik Indonesia adalah hasil karya lokal yang patut dibanggakan, dan berharap bahwa industri musik di Indonesia dapat terus berkembang dan dikenal secara lebih luas lagi.
(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

