Hits: 112
Farah Asy-syifa
Pijar, Medan. Pernahkah kamu ingin berteriak saat suasana sepi di antara kumpulan orang secara tiba-tiba? Atau pernahkah kamu mendadak berpikir, sudahkah kamu mengunci rumah yang kamu tinggal pergi?
Jika pernah merasakannya maka kamu bisa saja mengalami pikiran intrusif atau intrusive thoughts.
Intrusive thoughts adalah fenomena psikologis di mana pikiran seseorang terganggu secara tiba-tiba dan di bawah alam sadarnya. Kejadian ini normal terjadi pada individu. Namun, tingkatan dari frekuensi munculnya intrusive thoughts dapat berbahaya jika sudah mengganggu kehidupan sehari-hari.
Dilansir dari laman resmi Intrusive Thoughts, empat dari lima orang pernah mengalami intrusive thoughts. Pemikiran itu muncul dengan isi yang tidak membahayakan bagi dirinya sendiri sampai ke taraf membahayakan orang-orang di sekitarnya.
Sebagian orang hanya menganggap bahwa hal itu hanyalah pikiran liar dan berlalu begitu saja. Namun, berbeda dengan satu dari 50 orang yang susah menghilangkan pemikiran tersebut. Pemikiran ini dapat menghantuinya dan perlu usaha yang keras untuk menghentikannya.
Karakteristik dari intrusive thoughts dapat berbeda-beda pada setiap orang. Intrusive thoughts ditandai dengan kemunculannya secara tiba-tiba dan pada waktu yang tidak ditentukan oleh orang yang mengalaminya. Selain itu, isi dari intrusive thoughts juga variatif, sulit dibayangkan, dan dapat menyebabkan kecemasan serta mengganggu aktivitas.
Ketika seseorang mengalami intrusive thoughts, terdapat keinginan untuk melaksanakan perintah dari pemikiran tersebut. Pelaksanaan dari perintah intrusive thoughts dikategorikan normal apabila hal tersebut tidak membahayakan dirinya dan orang sekitarnya.
Mengabaikan intrusive thoughts juga menjadi pilihan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Intrusive thoughts dapat menjadi berbahaya ketika orang tersebut mulai merasa bersalah apabila perintah dari intrusive thoughts tidak dilaksanakan. Perasaan takut dan cemas dirasakan secara berlebihan dan mengganggu kelancaran aktivitas dari orang tersebut.
Hal tersebut dapat berhubungan dengan adanya gejala kecemasan berlebihan atau anxiety disorder, trauma, stres berlebihan, depresi, hingga gejala Obsessive-compulsive Disorder (OCD).
Penyebab dari munculnya intrusive thoughts dapat berasal dari hal yang beragam. Misalnya ketika seseorang mendapatkan kendala pada aktivitas rutin sehari-hari yang dilakukannya maka keinginan untuk melakukan sesuatu yang liar dapat muncul secara tiba-tiba. Selain itu, masalah hormonal dan tidur yang tidak cukup bisa menjadi pemicu penyebab munculnya pikiran negatif ini.
Untuk mengelola dan mengatasi intrusive thoughts yang sudah mengganggu, terdapat beberapa strategi yang dapat diterapkan. Cara yang dapat dicoba adalah menerapkan kewarasan (mindfulness). Praktik mindfulness atau kesadaran diri secara penuh ini dapat membantu individu untuk lebih terhubung dengan kenyataan yang sedang terjadi saat itu dan mengurangi intensitas intrusive thoughts.
Solusi lainnya adalah melakukan relaksasi dan meditasi. Ketika seseorang melakukan meditasi dan relaksasi maka diharapkan dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh. Selain itu, seorang individu juga dapat mengurangi intrusive thoughts dengan tidur yang cukup.
Ketika intrusive thoughts sudah mengganggu dan berlebihan maka pilihan konseling psikologis dan terapi kognitif perilaku atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dapat menjadi solusi. Melakukan terapi dengan profesional dapat mengidentifikasi pikiran negatif dan dapat diganti dengan panduan untuk berpikir lebih sehat.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang intrusive thoughts dan upaya untuk mencari bantuan jika diperlukan, seseorang dapat lebih efektif dalam belajar untuk mengelola pikiran dan menjadi pribadi dengan pola pikir yang sehat.
(Redaktur Tulisan: Rani Sakraloi)

