Hits: 37

Reny Elyna

Pijar, Medan. Setiap tahunnya pada 8 September, dunia merayakan Hari Aksara sebagai upaya untuk mempromosikan pentingnya keberagaman bahasa di seluruh dunia. Hal tersebut menjadi momen untuk merayakan kekayaan ragam bahasa yang digunakan oleh berbagai kelompok masyarakat di seluruh dunia.

Bahasa adalah cerminan kekayaan budaya dan warisan suatu bangsa. Hari Aksara mengingatkan kita akan pentingnya melindungi dan merawat bahasa-bahasa yang terancam punah. Di berbagai belahan dunia, banyak bahasa minoritas dan tradisi lisan yang perlu dilindungi.

Peringatan Hari Aksara juga menekankan pentingnya literasi dan pendidikan di seluruh dunia. Keberhasilan dalam literasi adalah kunci untuk kemajuan sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, banyak negara dan organisasi non-pemerintah menggunakan Hari Aksara sebagai kesempatan untuk mengampanyekan peningkatan akses terhadap pendidikan berkualitas.

Selain itu, Hari Aksara merupakan waktu yang tepat untuk mempromosikan budaya membaca dan menulis. Membaca bukan hanya membantu seseorang memperoleh pengetahuan, tetapi juga membuka pintu menuju imajinasi dan kreativitas yang tak terbatas.

Pada era digital ini, Hari Aksara juga mempertimbangkan peran teknologi dalam perkembangan bahasa dan literasi. Internet telah mengubah cara kita berkomunikasi dan belajar. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memastikan bahwa teknologi ini dapat digunakan untuk memajukan literasi dan melestarikan bahasa-bahasa tradisional.

Di era ini juga, kemampuan menulis yang baik adalah senjata tak ternilai untuk masa depan. Dalam lautan informasi yang terus berkembang, kata-kata adalah alat yang memungkinkan kita membangun branding pribadi yang kuat dan memiliki kemampuan untuk memengaruhi orang lain. Mereka adalah jendela dalam pemikiran dan nilai-nilai kita. Dengan kebijaksanaan, kita dapat mengukir jejak yang mendalam dalam dunia yang semakin terhubung.

Mutiara Fahlisyah, mahasiswi program studi Antropologi mengatakan bahwa saat ini mahasiswa tergerus tingkat literasinya karena semua yang serba digital, sehingga mencari apapun yang sifatnya lebih mudah.

Ia berharap Hari Aksara bisa menjadi momentum yang bisa mengembalikan semangat dan tingkat literasi untuk kita semua khususnya mahasiwa.

“Saya berharap Hari Aksara ini menjadi momentum untuk bisa mengembalikan semangat kita semua dalam meningkatkan literasi, apalagi sebagai mahasiswa sudah seharusnya kita bersikap kritis bukan mencari yang serba instan,” jelas Mutiara.

Dengan tanggapan sama, Quisha Chandra Rahma selaku Ketua Indonesia Melek Media (IMMEDIA) berharap agar seluruh lapisan masyarakat lebih meningkatkan literasi.

“Saya berharap kita semua dapat meningkatkan tingkat literasi kita lagi. Apalagi di musim politik ini banyak sekali hoax, fake news, dan sebagainya yang bertebaran, sehingga saya harap kita dapat mencermati serta menyaring berita-berita tersebut,” ujarnya.

(Redaktur Tulisan: Alya Amanda)

Leave a comment