Hits: 19

Sulisintia Harahap

Pijar, Medan. Universal Postal Union (UPU) merupakan Serikat Pos Internasional tertua di dunia. UPU juga menjadi badan khusus PBB dengan tusi mengatur kebijakan pos untuk setiap negara anggota PBB. Peresmian UPU di Swiss pada 9 Oktober 1874, ditetapkan sebagai hari surat menyurat internasional atau biasa disebut Hari Pos Sedunia.

Peringatan Hari Pos Dunia yang serentak di sejumlah negara tentu memiliki bentuk perayaan yang berbeda. Mulai dari pemajangan poster peringatan Hari Pos Dunia, membuat cenderamata khusus peringatan Hari Pos Dunia, mengadakan seminar maupun lokakarya untuk memperkenalkan produk atau jasa layanan baru, sampai dengan mengadakan acara khusus untuk para karyawan pos sebagai penghargaan atas kerja dan layanan yang diberikan.

Dalam urusan bisnis dan ihwal masyarakat bahkan negara, pos memiliki kontribusi besar dalam pembangunan sosial dan ekonomi negara. Oleh karena itu, tujuan dari adanya peringatan Hari Pos Dunia ini adalah untuk memberikan kesadaran pada seluruh elemen masyarakat tentang peran pos dalam kehidupan sehari-hari.

Pos merupakan salah satu medium yang memudahkan masyarakat dalam berkomunikasi terutama pada zaman sebelum ditemukannya teknologi informasi dan komunikasi seperti saat ini. Pos juga memiliki keunggulan dalam layanan pengiriman hingga keluar batas negara.

Eksistensi Pos pada saat ini masih cukup baik walau sudah banyak jasa pengiriman dan ekspedisi berbasis daring, seperti Gosend, GrabExpress, dan lain-lain. Hal ini dibuktikan dengan masih dibutuhkannya peran Pos dalam urusan surat-menyurat, pengiriman paket, dan urusan negara lainnya.

Selain itu, eksistensi Pos juga didukung oleh kelebihan dasarnya jika dibanding dengan ekspedisi berbasisdaring. Ekspedisi daringmasih terjangkau dalam wilayah yang cakupannya cenderung berbasis di kota-kota besar saja. Tidak seperti Pos dan ekspedisi konvensional lainnya, seperti TiKi, JNE, dan sebagainya yang dapat menjangkau wilayah pengiriman dari desa hingga ke luar negeri.

Pun hambatan dalam dunia digital saat ini bukan mustahil untuk Pos menyesuaikan perubahan zaman dan memanfaatkan kecanggihan teknologi dalam pembaharuan layanan. Dikutip dari harian Analisa, Pos Indonesia sudah banyak berbenah menyesuaikan zaman, seperti menyediakan layanan berbasis aplikasi daring, memiliki kantor cabang di berbagai kota dengan 4.000 kantor pos di seluruh tanah air dan didukung 30.000 karya­wan, serta kemajuan volume pengiri­man fantantis.

Hal ini menjadi sebuah sinergi baru untuk Pos seluruh dunia, khususnya Pos Indonesia agar tetap dapat mempertahankan eksistensi pos di masyarakat. Pelayanan Pos tidak memiliki batas jangkauan dari berpuluh abad lamanya. Perjalanan pos sedunia begitu bersinergi walau harus diterjang pesatnya perkembangan teknologi. Sejalan dengan prinsip kuat yang tetap teguh dipegang oleh seluruh anggota Uni Pos Sedunia, ‘Postal Single Territory’, menyiratkan bahwa tidak ada sejengkal pun tanah di muka bumi yang tidak dijangkau oleh pelayanan pos. Selamat hari pos dunia 2022, Post for Planet.

(Redaktur Tulisan: Rani Sakraloi)

Leave a comment