Hits: 112
Arya Duta
“Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan,pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya.” (R.A. Kartini)
Pijar, Medan. Sudah 143 tahun, sejak tahun 1879 Kartini berjuang keras untuk mendapatkan kesetaraan hidup bagi perempuan. Tepat hari ini, 21 April, Kartini lahir sekaligus memperingati hasil dari perjuangannya agar perempuan Indonesia mendapat haknya.
Perempuan yang bernama lengkap Raden Adjeng Kartini ini, sosok pahlawan emansipasi dari tanah Jawa sekaligus Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini berhasil berjuang mendapatkan emansipasi wanita di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20
Bermula dari keprihatinannya melihat pendidikan yang diterima perempuan Indonesia. Kartini menggunakan hak istimewanya yang memiliki akses pendidikan untuk membuat perubahan bagi hak-hak perempuan di Indonesia. Ia mendobrak stereotip perempuan yang hanya diperbolehkan menjadi ibu rumah tangga. Kartini kemudian membuka sekolah dasar pertama untuk perempuan di Indonesia pada tahun 1903.
Di era digital 4.0 perempuan sudah banyak mengalami perubahan. Mereka jauh lebih modern, kuat, mandiri, dan berani. Bahkan mereka bisa melakukan pekerjaan yang berbeda sekaligus dalam satu waktu.
Disamping perubahan tersebut, para perempuan tetap bisa menjadi sosok yang ideal bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Dalam kata lain, era digital 4.0 membuat perempuan menjadi sosok yang energik serta produktif dalam memanfaatkan teknologi saat ini.
Para Kartini di era ini sudah sadar akan keutamaan dari sebuah pendidikan dan mereka memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk terus melanjutkan perjuangan Kartini. Dengan bantuan media digital, banyak para perempuan yang sudah melakukan kampanye untuk membentuk pribadi yang inovatif, mandiri, cerdas, dan tetap memiliki rasa nasionalisme dalam dirinya.
Harus selalu kita ingat seberapa jauh para perempuan Indonesia telah melangkah sejak masa Kartini dan Kartini telah membuka gerbang hak dan kesetaraan bagi perempuan. Selamat Hari Kartini!
(Redaktur Tulisan: Lolita Wardah)

