Hits: 24
Rassya Priyandira
Pijar, Medan. LPM Dinamika UINSU sukses menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) dengan tema “Mengemas Opini Lewat Ilustrasi” di Aula Pusbinsa Lt. II UIN SU, Sabtu (7/9). PJTD tahun ini diikuti oleh 46 peserta dan menghadirkan Dr. H. Ali Murtadho, M.Hum yang merupakan Redaktur Mimbar Islam Harian Analisa, juga Said Alwie Ahmadalie, S.Ag yang merupakan Ilustrator Opini Harian Analisa.
PJTD merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahun. Pada tahun ini, LPM Dinamika UIN SU mengangkat tema ilustrasi agar berbeda dengan PJTD tahun sebelumnya dengan tema straight news, feature, dan videografi jurnalistik. Kegiatan ini dilaksanakan agar para jurnalis muda mampu menuang opininya dalam bentuk tulisan maupun lukisan. Tidak hanya materi, dalam PJTD ini juga terdapat praktek atau simulasi mengenai opini dan ilustrasi agar para peserta dapat mengaplikasikannya di kemudian hari.
“Banyak orang mampu menulis segala ide dan gagasan. Orang mampu beretorika, tapi ketika menulis ia tidak mampu. Orang mampu memberikan gagasan, tapi ketika menulis ia tidak mampu,” terang Kurniawan, Pimpinan Umum LPM Dinamika UIN SU.
Materi pertama disampaikan oleh Dr. H. Ali Murtadho, M.Hum dengan tema opini. Beliau mengatakan bahwa tulisan opini yang berada di surat kabar berasal dari sebuah ide. “Hal yang pertama kali muncul dalam membuat opini adalah sebuah ide. Ide tersebut bisa muncul dari apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan,” ucap Ali.
Alfi Syahrin selaku Ketua Panitia PJTD LPM Dinamika UIN SU 2019 berpendapat bahwa di era modern sekarang ini seni visual dapat membuat para pembaca semakin tertarik terhadap apa yang mereka baca. “Saya sendiri lebih suka membaca infografis dengan ilustrasi karena terdapat sedikit kata-kata namun data serta pesan yang ingin disampaikan jelas dan akurat,” ujar Alfi.

(Fotografer : Rassya Priyandra)
Hal tersebut sependapat dengan apa yang disampaikan oleh pemateri kedua, Said Alwie Almahdalie, S.Ag yang fokus membahas tentang ilustrasi. “Fungsi ilustrasi dalam sebuah opini bukan untuk macem-macem dan bukan untuk keren-kerenan. Fungsi yang sebenarnya adalah untuk menghiasi suatu cerita atau informasi tertulis lainnya. Dengan bantuan visual, diharapkan tulisan tersebut lebih mudah untuk dicerna”.
“Dalam dunia jurnalis, jika Anda ingin menulis, tulislah dengan hati. Tidak usah memikirkan teori dan segala macemnya. Karena jika Anda terikat dengan itu, dikhawatirkan Anda takut dan tidak bisa untuk menulis,” pesan Ali Murtadho untuk jurnalis muda.
Redaktur Tulisan: Hidayat Sikumbang

