Hits: 7
Aura Qathrunnada Gultom
Tiba saatnya aku terdiam membatu
Semua ini seperti biasanya bagi mereka
Bagiku, ini adalah neraka di keseharian
Tak ada satu pun yang melihat
Ucapanku selama ini tidak ada artinya
Jeritan dan tangis hanyalah ilusi bagi yang raya
Bahkan orang yang kupercaya sudah beralih
Meninggalkanku dengan misi yang nihil ini
Dahulu aku berusaha dengan kuat dan tabah
Dari secercah harapan yang aku anggap anugerah
Berharap akan ada perubahan yang mengarah
Namun, ternyata aku tak punya kuasa
Ternyata kesalahan ini memang asalnya dariku
Aku tak menimbang kuasa yang tidak kumiliki
Keringat yang aku keluarkan itu sia-sia, karena kuasa bukanlah hartaku
Tinggal lah aku di sini, mimpi pun sudah redup
Bersisakan kenangan dan pasrah, untuk bertahan hidup.

