Hits: 20

Adelima Patricya G

Pijar, Medan. Kebanyakan orang mungkin akan langsung membayangkan deretan coffee shop dengan aroma kopi khas dan suasana yang ramai jika berbicara tentang tempat nongkrong. Namun, tidak semua orang datang ke tempat nongkrong untuk menikmati secangkir kopi. Sebagian hanya ingin mencari ruang yang nyaman untuk mengobrol, mengerjakan tugas, atau sekadar beristirahat dari penatnya kehidupan sehari-hari.

Di tengah banyaknya pilihan tersebut, Bubur Pendekar dapat menjadi alternatif tempat nongkrong yang menawarkan pengalaman berbeda. Berlokasi di Jalan Pasar Baru, Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru, Bubur Pendekar tidak hanya dikenal sebagai tempat menikmati berbagai menu bubur, tetapi juga sebagai ruang santai yang nyaman bagi berbagai kalangan.

Saat pertama kali memasuki area ini pada siang hari, kesan yang muncul adalah suasana yang ramah, sederhana, dan menenangkan. Meski berada di pinggir jalan raya, suasana di dalam area Bubur Pendekar terasa cukup kondusif. Suara kendaraan yang lalu-lalang tidak terlalu mengganggu kenyamanan pengunjung.

Area yang tersedia terbagi menjadi indoor dan outdoor. Pengunjung bebas memilih tempat duduk sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan masing-masing. Area outdoor berada di bagian dalam sehingga tetap memberikan suasana terbuka tanpa harus berhadapan langsung dengan keramaian jalan. Sementara itu, area indoor menawarkan suasana yang teduh dengan dukungan beberapa kipas angin sehingga tetap nyaman meskipun tanpa pendingin udara.

Area Outdoor Bubur Pendekar
Area outdoor di tempat Bubur Pendekar
(Fotografer: Adelima Patricya G)

 

Konsep desain yang diusung juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Perpaduan nuansa minimalis dan tradisional terlihat dari penggunaan meja serta kursi kayu yang mendominasi ruangan. Selain itu, saat memasuki area indoor, pengunjung akan menemukan lampu gantung bernuansa antik yang memperkuat kesan hangat dan sederhana.

Bubur Pendekar juga menyediakan fasilitas seperti Wi-Fi dan banyaknya spot colokan listrik. Dengan kapasitas tempat duduk yang cukup banyak, pengunjung juga tidak perlu khawatir kesulitan mendapatkan tempat, terutama pada jam-jam yang tidak terlalu ramai.

Keunikan Bubur Pendekar semakin terasa ketika melihat daftar menu yang ditawarkan. Alih-alih menggunakan nama menu yang umum, berbagai hidangan di sini diberi nama yang terinspirasi dari tokoh-tokoh legendaris dan pahlawan Nusantara, seperti Gatot Kaca, Ken Arok, hingga Pendekar.

Salah satu menu yang cukup populer adalah Bubur Gatot Kaca. Pilihan ini tepat bagi pengunjung yang menyukai bubur ayam dengan porsi yang mengenyangkan dan topping yang bervariasi. Kemudian, terdapat pula Tan-Hima yang menawarkan bubur ketan hitam dipadukan dengan es krim vanila sebagai alternatif menu manis. Bagi yang ingin menikmati perpaduan cita rasa yang lebih beragam, Bubur Rasmana atau Bubur Campur Madura menjadi salah satu menu yang layak dicoba.

Makanan Bubur Pendekar
Tampilan menu Bubur Ayam Original, Bubur Gatot Kaca, dan Tan-hima
(Fotografer: Adelima Patricya G)

 

Tidak hanya penamaannya yang unik, penyajian makanan di Bubur Pendekar juga memberikan pengalaman tersendiri. Menu disajikan menggunakan mangkuk tanah liat tahan panas yang menghadirkan nuansa tradisional yang semakin kuat. Detail sederhana ini membuat pengalaman bersantap terasa lebih hangat dan berbeda dibandingkan dengan tempat makan pada umumnya.

Dari sisi harga, Bubur Pendekar tergolong ramah di kantong. Menu makanan dibanderol mulai dari Rp11.000 hingga Rp30.000, sementara minuman tersedia mulai dari Rp7.000 hingga Rp22.000. Pengunjung juga dapat meminta air putih tanpa dikenakan biaya tambahan.

Pelayanan yang diberikan juga menjadi salah satu nilai positif. Sistem pemesanan dilakukan langsung di kasir, lalu pesanan akan diantar ke meja. Proses penyajian yang relatif cepat serta pelayanan yang ramah membuat pengunjung dapat menikmati waktu mereka dengan lebih nyaman.

Di tengah menjamurnya coffee shop dengan konsep yang serupa, Bubur Pendekar menawarkan sesuatu yang berbeda. Tempat ini membuktikan bahwa aktivitas nongkrong tidak selalu harus ditemani secangkir kopi. Dengan suasana yang nyaman, fasilitas yang memadai, harga yang bersahabat, serta sentuhan tradisional yang khas, Bubur Pendekar menjadi pilihan menarik bagi siapa saja yang mencari ruang singgah sederhana namun berkesan di Kota Medan.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment