Hits: 17
Zoraya Balqis
Di sudut ruang yang sunyi
Sebuah kanvas dengan sigapnya berdiri
Menunggu insan mengukir alunan warna
Dulu, jemariku gemar menari di atasnya
Dengan polesan yang memanjakan mata
Ragam warna yang pernah menjadi saksi
Atas emosi-emosi yang membara
Layaknya menginjak kaki
Di atas padang pasir yang merana
Kini, waktu telah melahap tanpa henti
Ganasnya ia menggiring jiwa itu
Melangkah jauh dari imajinasi
Menuju realita yang tidak menentu
Jiwa itu berisik dengan huru-hara
Mengabaikan keindahan mahakarya
Kelak jiwa itu akan menjelajah kembali
Makna dari semangat yang sempat mati

