Hits: 35
Dhea Chintya
Pijar, Medan. Dokumentasi perasaan yang menggambarkan fase-fase rumit dalam hubungan, muncul dalam lagu Memoirs, yang dirilis pada 26 Juni 2025 oleh Grass Park, salah satu band dengan genre Midwest Emo pertama di Kota Medan.
Midwest Emo adalah salah satu subgenre musik alternatif yang identik dengan lirik introspektif dan permainan gitar melodis dan kompleks. Subgenre ini lahir di kawasan Midwest, Amerika Serikat pada tahun 1990-an.
Dalam Memoirs, lirik disampaikan secara halus dan penuh kesedihan dengan penyampaian yang tenang di bagian pembukanya.
We clearly see the same light
We’ve been drifter away, far away
Under the drizzle, hope it will be alright
Just like a small boat with no direction, we fade away
Baris ini menggambarkan hubungan dua individu yang awalnya berada pada titik yang sama, tetapi perlahan menjauh dengan narasi yang lembut dan reflektif. Hal ini merupakan sebuah ciri klasik Midwest Emo yang lebih memilih untuk menggambar kesedihan melalui pengamatan kecil daripada pernyataan langsung.
Please don’t be afraid of Crimps
The autumn is over
Just let it go, this is not forever
The sadness is over
Bagian reff dipenuhi dengan metafora hujan, badai, dan musim gugur yang disimbolkan sebagai adanya luka, kerusakan, serta akhir yang sedih. Namun, kesedihan itu hanya sementara dan perlahan akan menghilang.
Metafora yang digunakan pun selaras dengan genre Midwest Emo, terbungkus emosi dengan keindahan yang menciptakan ruang reflektif.
We dance under the rain, run through the storm
Even there’s no clue ‘bout tomorrow, drink the pain
I’ll pack my back, light my lips, start my engine,
and ride the storm
Bagian bridge memperlihatkan bagaimana tokoh dalam lagu Memoirs mencoba bertahan di tengah ketidakpastian. Alih-alih lari dari rasa sakit, ia mencoba untuk menghadapinya, sambil menari di tengah hujan dan berlari di tengah badai.
Narasi di lirik ini juga mencerminkan sensibilitas Midwest Emo, yaitu kesedihan tidak dilihat sebagai sesuatu yang harus disembunyikan, tetapi sebagai pengalaman manusia yang layak dirayakan.
Draw the sketch, pain the flower
Draw the sketch, pain the flower
There’s a sunshine after the rain
Terdapat metafora penyembuhan di tengah kesakitan. Bunga dianalogikan dengan tumbuh kembali setelah adanya kesakitan. Dan harapannya, ketika kesedihan, gelap, dan badai menerpa, akan ada cahaya indah yang berbentuk penyembuhan datang.
Hoki, bassist dalam band Grass Park, menyatakan bahwa lagu ini ditulis untuk merepresentasikan seseorang yang terikat kenangan masa lalunya. Tokoh dalam lagu ini berusaha terlihat kuat meski belum bisa melepaskan.
“Harapan kami, semoga industri musik di Indonesia bisa lebih suportif terhadap band lokal, terlebih ke genre-genre yang masih belum familiar di kalangan pendengar lokal,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, Memoirs mampu mengemban indentitas Midwest Emo melalui penggunaan metafora yang pas, penyampaian yang emosional, dan adanya refleksi yang mendalam. Dengan demikian, Memoirs mampu menjadi karya yang memperkuat posisi Grass Park sebagai bagian dari gelombang band di Indonesia yang membawa estetika emo lebih luas lagi.
(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

