Hits: 226
Ferdi Rakiven Sianturi
Pijar, Medan. Penyaluran Beasiswa Bank Indonesia (BI) tahun 2025 mengalami keterlambatan dalam prosesnya dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini memicu munculnya kekhawatiran di kalangan mahasiswa, khususnya mereka yang sangat bergantung pada beasiswa tersebut untuk menunjang biaya pendidikan dan kebutuhan hidup sehari-hari.
Hingga awal Juni 2025, belum ada kepastian resmi mengenai waktu pencairan dana beasiswa, meskipun proses seleksi penerima telah rampung di berbagai perguruan tinggi. BI menyampaikan pengumuman terkait penundaan ini melalui unggahan di akun Instagram resmi @bank_indonesia pada Rabu (4/6/2025).
“Bank Indonesia memahami sepenuhnya aspirasi yang disampaikan terkait keputusan untuk menunda penyaluran beasiswa,” tulis BI dalam unggahan tersebut.
Dalam pernyataan itu, BI menjelaskan bahwa penyaluran beasiswa ditunda karena sedang dilakukan evaluasi dan penguatan tata kelola terhadap seluruh kegiatan program sosial, termasuk program beasiswa. Evaluasi ini bertujuan memperkuat fondasi program agar memberikan akuntabilitas, serta dampak positif yang maksimal.
BI juga menegaskan komitmennya terhadap pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, khususnya di bidang pendidikan. Pihak BI menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan terbaru terkait kelanjutan program beasiswa ini.
Menanggapi hal tersebut, Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (Ditmawalumni) Universitas Sumatera Utara (USU) menyampaikan bahwa mereka telah menerima informasi resmi dari BI terkait penundaan penyaluran beasiswa BI secara nasional.
“Untuk alasan spesifik, kami juga belum mendapatkan penjelasan yang detail. Namun, pihak BI menyampaikan bahwa penundaan ini kemungkinan besar karena proses evaluasi,” ujar Henny, Manajer Kesejahteraan Mahasiswa, Tracer Study, dan Hubungan Kealumnian Ditmawalumni.
Henny juga menambahkan bahwa pihak Ditmawalumni akan memberi bantuan pada mahasiswa berupa alternatif beasiswa lain.
“Mungkin, nanti kami dari Ditmawalumni akan mencoba menyusun daftar dan memprioritaskan mahasiswa yang tidak lagi menerima beasiswa BI untuk diarahkan ke beasiswa alternatif lainnya,” jelasnya.
Ada pun informasi tambahan dari Harits, selaku staf pengelola beasiswa Ditmawalumni, yang menjelaskan bahwa evaluasi beasiswa BI bukan hanya dilakukan di USU. Namun, hal ini juga berlaku secara nasional, meskipun belum diketahui seperti apa bentuk evaluasinya secara rinci.
Untuk mengantisipasi dampak dari penundaan ini, Ditmawalumni telah melakukan koordinasi dengan BI. Dari hasil koordinasi tersebut, mahasiswa yang terdampak disarankan untuk mengikuti program beasiswa lain yang tersedia, baik dari pihak swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun dari program internal Ditmawalumni.
Salah satu beasiswa yang saat ini sedang dibuka dan akan disosialisasikan oleh Ditmawalumni adalah Beasiswa Best One Djarum, yang telah dibuka sejak 6 Juni dan akan ditutup pada 11 Juli 2025. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara bagi mahasiswa yang terdampak penundaan pencairan beasiswa BI.
(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

