Hits: 6

Adinda Mustika Sari

Kala itu langit mulai meneteskan air matanya
Jatuh tepat membasahiku
Kau datang dengan payungmu
Dengan gagah kau rengkuh tubuhku yang rapuh

Kau memelukku
Saat dunia dengan lantang menolakku
Aku yang hancur nyaris tak tersisa
Dengan tulus kau rangkaikan kembali bingkai bahagia

Namun, entah apa maksud sang pencipta
Mengambilmu tanpa aba-aba
Kau yang kuanggap rumah
Justru pulang ke rumahmu yang sesungguhnya
Secepat itu waktu yang diberikan semesta untuk kita bersama

Engkau yang kuinginkan menjadi takdir
Ternyata pada akhirnya hanya sebatas hadir
Terima kasih sudah menjadi penyembuh terhebat
Untukku yang dulu terluka berat

Kini aku harus melanjutkan kembali semua cerita
Dengan alur kisah yang berbeda
Meski tidak bersama
Dirimu akan tetap menjadi tokoh utama

Leave a comment