Tok. Tok. Pintu dibuka, yang muncul bukan kurir membawa paket belanjaan, melainkan seorang kerabat dengan senyum hangat dan kantong plastik putih yang menggantung di ujung jemari. Di dalamnya, bisa jadi ada nasi dengan sepotong ayam, mi, dan lauk lainnya, juga sebakul harapan: semoga yang menerima bersedia datang.
