Jurusan Ilmu Komunikasi kerap dipandang sebagai “primadona” di berbagai universitas karena cakupan ilmunya yang luas, mulai dari jurnalistik, public relations, hingga periklanan. Namun, fleksibilitas ini bak pisau bermata dua. Di satu sisi menawarkan kebebasan mengeksplorasi minat, di sisi lain memicu keresahan mengenai arah karier yang dianggap kurang spesifik dibandingkan jurusan teknik atau sains.
