Lembaran demi lembaran dibuka, yang terungkap bisa jadi bukan kebenaran, melainkan setumpuk alibi untuk mengecoh jalannya penyidikan. Seratus halaman pertama, kamu mungkin disajikan dengan asumsi yang terlihat “benar”. Namun, seratus halaman berikutnya, asumsi lain muncul dan terlihat sama benarnya. Begitulah sang penulis selalu menyusun teka-teki dalam setiap bukunya, termasuk buku yang berjudul Kesetiaan Mr. X.
