Sore itu, di ruang Pusat Unggulan Iptek (PUI) Mangrove Universitas Sumatera Utara (USU), Mohammad Basyuni tengah duduk menatap layar laptop sembari berbincang dengan beberapa mahasiswanya. Lahir di Sidoarjo pada 21 April 1973, beliau adalah guru besar dan peneliti Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara yang dikenal lewat kiprahnya di bidang bioteknologi hutan dan konservasi mangrove, sebuah jalan riset yang kini mengantarnya pada pengakuan nasional hingga internasional.
Tidak sedikit anak muda zaman sekarang, ketika mereka menyelesaikan jenjang pendidikannya, mereka hanya ingin menjadi seorang direktur, pejabat negara, memiliki penghasilan yang luar biasa tanpa mengetahui kondisi anak-anak bangsa yang ada di pedesaan. Padahal anak-anak yang berada di pedesaan sangat membutuhkan mereka.
