Pertanyaan seperti, “Ngapain sih kuliah Ilmu Komunikasi? Kan, cuma belajar ngomong doang?” tidak jarang keluar dari masyarakat yang bukan mahasiswa, dosen, atau praktisi Ilmu Komunikasi. Anggapan bahwa Ilmu Komunikasi hanyalah ilmu “cakap-cakap” seakan menjadi stereotip. Akan tetapi, benarkah demikian?
