Momentum Hari Film Nasional mulai diperingati sejak ditandatanganinya Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) No. 5 Tahun 1999 oleh Presiden B. J. Habibie. Tanggal 30 Maret sendiri merujuk pada hari awal pengambilan gambar film Darah dan Doa atau The Long March of Siliwangi. Film tersebut menjadi salah satu film Indonesia pertama yang disutradarai dan diproduseri langsung oleh pribumi, yaitu Usmar Ismail pada 1950.
