Di tengah maraknya konsumsi makanan cepat saji dan makanan ultra proses, isu diversifikasi pangan kembali menjadi perhatian banyak orang. Salah satu yang aktif menyuarakan hal tersebut adalah Manik Nur Hidayati, kreator konten lokal yang konsisten mengangkat isu pangan.
Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, jargon “Belum kenyang kalau belum makan nasi” sudah menjadi doktrin kultural yang mendarah daging. Doktrin ini memicu ketergantungan akut pada satu komoditas pokok, yaitu beras.
Di tengah ramainya makanan modern dan tren kuliner yang silih berganti, ada satu sajian tradisional Indonesia yang mencuri perhatian, namanya Mi Sagu. Kuliner khas Riau ini tidak dibuat dari tepung terigu seperti mi pada umumnya, melainkan dari pati sagu.
