Tiga bulan purnama telah berlalu semenjak Alis meninggalkan kota kecil yang biasa ia panggil rumah. Hari demi hari ia lewati dengan rasa hampa. Berlembar-lembar kertas ia coret untuk menuliskan surat kepada keluarga di kampung halamannya. Tidak terhitung berapa tetes air mata yang telah jatuh sejak hari pertama ia pindah ke kota besar, Jakarta.
