Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, jargon “Belum kenyang kalau belum makan nasi” sudah menjadi doktrin kultural yang mendarah daging. Doktrin ini memicu ketergantungan akut pada satu komoditas pokok, yaitu beras.
Sebelum dimasak, beras biasanya dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan kontaminan, seperti kotoran atau serangga yang ada dalam beras. Biji-bijian seperti beras rentan terhadap serangan serangga. Hal ini membuat beras lebih cepat rusak.
Nasi-nasi sisa yang tidak dimakan dikumpulkan di satu wadah, dan dibilas di bawah air terlebih dahulu agar besrsih dari berbagai bumbu masakan lainnya seperti sambal, campuran sayur, dan lainnya.
