“Wah! kamu kurusan ya, jadi lebih enak dilihat.” Kalimat seperti ini terdengar seperti pujian, tetapi ada sesuatu yang terasa aneh. Ada lapisan halus yang membuat penerimanya bertanya dalam hati. Apakah ini benar-benar pujian, atau ada sesuatu yang sedang diselipkan. Ini adalah contoh klasik dari Backhanded Compliment. Sebuah komentar yang manis di awal, tetapi terasa getir di bagian akhirnya.
