Hits: 5
Kristhin Ruthmawati Hulu
Pijar, Medan. Peringatan Hari Lahir Pancasila kembali diperingati secara nasional dengan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” yang ditetapkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), sebagai upaya memperkuat persatuan bangsa di tengah keberagaman masyarakat, pada Senin (01/06/2026).
Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi di media sosial, BPIP menilai bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan untuk diterapkan. Penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta perang narasi di ruang digital disebut menjadi tantangan dalam menjaga persatuan bangsa, sebagaimana disampaikan dalam rilis resmi bpip.go.id.
Menjelang peringatan tersebut, BPIP juga menggelar Forum Komunikasi Publik 2026 di Batam untuk memperkuat narasi persatuan bangsa. Kegiatan ini melibatkan unsur pemerintah dan media dalam merespons dinamika komunikasi di era digital.
Menurut Tonny Agung Arifianto, selaku Sekretaris Utama BPIP, tantangan persatuan bangsa saat ini tidak hanya berasal dari perbedaan identitas, tetapi juga dari pola komunikasi masyarakat di ruang digital.
“Kalau ruang digital dipenuhi narasi kebencian, fitnah, dan saling serang, yang rusak bukan cuma citra pemerintah, tetapi juga rasa percaya antarwarga,” ujarnya dalam Forum Komunikasi Publik BPIP 2026.
Selain itu, Yudian Wahyudi, dalam konferensi pers persiapan Hari Lahir Pancasila 2026, menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan.
“Momen peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud komitmen kita bersama bahwa Pancasila senantiasa diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ucapnya.
Melalui tema yang diusung tahun ini, BPIP menekankan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga pada penguatan nilai persatuan dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di era digital. Seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda sebagai pengguna aktif media sosial, diharapkan dapat mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai penyaring informasi.
Dilansir dari bpip.go.id, dalam pelaksanaannya, penguatan nilai-nilai Pancasila di era digital ini diarahkan pada pemanfaatan media sosial secara bijak oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Upaya tersebut mencakup penerapan etika komunikasi, penyaringan informasi untuk mengantisipasi berita bohong (hoaks), serta menghormati setiap perbedaan.
Melalui kolaborasi dalam menyebarkan konten positif, momentum Hari Lahir Pancasila tahun ini difokuskan untuk memperkuat stabilitas, persatuan, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

