Hits: 20
Nadya Divariz Bhayitta Syam
Pijar, Medan. Seperti perjalanan menuju Roma yang punya banyak cara, begitu pula upaya Indonesia dalam menjadi negara maju. Mulai dari mengupayakan pengembangan Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), hingga berbagai macam kebudayaan yang ada di penjuru Indonesia.
Sebagai negara dengan jumlah penduduk sekitar 270,2 juta jiwa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, SDM adalah sumber daya yang harus dimanfaatkan dengan tepat. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara memberikan pelatihan, motivasi, serta mendorong mereka yang berusia produktif untuk membuka peluang, bukan hanya menunggu peluang.
Berbagai cara pun dilakukan untuk meningkatkan lapangan kerja. Salah satunya dengan mendorong SDM yang saat ini mulai membuat lapangan kerja dan bukan hanya bermenung menunggu kesempatan untuk mengabdi pada sebuah perusahaan. Dengan kata lain, SDM harus mampu untuk memulai berwirausaha. Hal inilah yang menjadi fokus utama Perhumas Muda Medan menjadikan “Digital Enterpreneur” sebagai topik webinar series pertama mereka, yang diadakan pada Selasa (9/3) melalui Zoom meeting.
Sebuah negara maju setidaknya harus memiliki 14% entrepreneur dari jumlah total penduduknya, sedangkan untuk negara Indonesia sendiri hanya memiliki 3,02% wirausahawan dari total jiwa yang menduduki negara. Data tersebut disampaikan oleh seorang guru Search Engine Optimization (SEO), Wahyu Blahe pada PR Talk Series 1: Digital Enterpreneur Perhumas Muda Medan.
Namun untuk bisa mengarungi kapal bernama kewirausahaan ini, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak yang ingin ikut berlayar, tetapi hanya sedikit yang mampu melengkapi dirinya dengan perlengkapan yang tepat. “Hal ini terjadi karena SDM di Indonesia belum sepenuhnya memiliki kemampuan untuk memimpin, inovatif, dinamis, modal, serta hal lainnya,” ujar Wahyu.
Selain memaksimalkan SDM, ada langkah kecil yang dapat dilakukan beberapa perusahaan di Indonesia. Sebut saja Coca Cola, berdasarkan penuturan dari salah satu perwakilan CCA (Coca Cola Amatil) dalam sesi persentasenya, bahwa CCA Indonesia terus berusaha untuk perlahan mengurangi kandungan gula pada produknya. “Saat ini CCA mulai mengembangkan kemasan ramah lingkungan yang merupakan salah satu rencana untuk mendukung Indonesia pelan-pelan bergerak dari statusnya sebagai negara berkembang,” jelas Dhedy Adi Nugroho.
Jadi, apakah Indonesia sudah siap menuju untuk menjadi negara maju?
(Editor: Erizki Maulida Lubis)

