Hits: 7
Miftahul Jannah Sima
Pijar, Medan. Pada (20/06), GenRe Indonesia mengadakan live streaming di Instagram-nya. Acara yang sudah sering dilakukan ini disebut dengan KongKow dengan partisipan sebanyak 32 orang. Mengusung tema “Era Covid,Remaja Bisa Apa?”, acara ini dipandu oleh Adita Utama dengan narasumber seorang enterpreneur yaitu Rabbani Zaki.
Di awal pembahasan Adita bertanya bagaimana Bani menghabiskan waktu saat masa pandemi ini. Bani mengungkapkan bahwa awalnya dia juga merasakan bosan. Namun, di masa inilah kita harus berpikir bagaimana caranya kita dapat beradaptasi dengan melakukan modifikasi terhadap hal yang kita inginkan. Kemudian, mengimplementasikan agar dapat produktif kembali.
Terkadang remaja sudah memiliki ide untuk berperilaku lebih produktif. Namun, lagi-lagi kemauan dan niat yang belum mencukupi untuk memulainya. Bani merasa itu sangat disayangkan, waktu terlalu berharga untuk disia-siakan. Apalagi dia merasa remaja saat ini sudah pintar-pintar dan lebih inovatif. Jadi, remaja tentu sudah dapat memilih mau menjadi orang yang bermalas-malasan atau menjadi orang yang mampu berdamai dengan menjalankan plan yang sudah ada dengan mengaplikasikannya kepada hal-hal yang lebih inovatif.
Bani memberikan sedikit tips agar remaja dapat menjalankan rencana yang sudah disusun, “Kita harus mengetahui dahulu komponen utamanya yaitu goals setting kita, kita pengen apa, jadi dengan adanya cobaan yang terjadi di masa pandemi ini sebenarnya itu adalah skenario yang mau gak mau harus kita jalani, tapi kembali lagi kalau kita sudah memantapkan goals kita otomatis dengan segala macam cobaan tetap bisa kita jalani karena kuncinya ada di kematangan niat dan ide kita sendiri karena semuanya berawal dari pondasi kita.”
Bani pun turut menjawab pertanyaan salah satu partisipannya mengenai entreupreneur, “Nah gini, kalau enterpreneur ini kan seseorang yang selalu ingin melakukan inovasi dan ingin memberikan dampak terbaik mungkin dilingkup negaranya. Nah, gitu kalau pandangan ringkasannya, terus enterpreneur ini juga dari yang gua pelajari banyak banget kategorinya ada juga tuh intrapreneur, nah intinya enterpreneur ini selain inovatif juga harus bisa survive menghadapi pandemi ini,” jelas Bani.
Berbicara mengenai entrepreneur tentu akan berkaitan juga dengan peluang usaha. Karena nyatanya, peluang usaha juga komponen penting yang dapat memunculkan ide usaha bagi entrepreneur. Selain itu, menjadi seorang entrepreneur juga harus berani menghadapi risiko yang ada. Kemudian kita harus mampu menganalisis market penetration, baru kemudian mengalokasikan modal yang kita miliki. Pada saat kita mampu mengendalikan tiga komponen utama ini, maka kita mampu mengolah usaha kita sendiri.
Bani pun juga menjawab pertanyaan lain yang dilontarkan oleh akun @syanabilaz mengenai kepercayaan diri dalam membangun usaha, “Oke good question banget nih, jadi pertama nih kita harus adanya R&D Reset and development, R&D ini simpel, kita reset dulu dengan orang sekitar kita seperti keluarga, nah kita juga bisa bikin kuisioner di mana kita bisa reset apakah masyarakat bisa menerima atau butuh produk kita gitu, kalau keterima yaudah langsung eksekusi,” jawab Bani.
Partisipan merasa sangat terbantu dengan obrolan Adit dan Bani. Akun @slasblaa merasa sangat setuju dengan pendapat Bani, “Setuju Kak, setuju banget sama pandangan Kakak,” komentarnya.
Kemudian pembahasan yang dilakukan sekitar satu jam ditutup dengan pesan terakhir dari narasumber. Ia berpesan bahwa jangan takut untuk melakukan pergerakan. Remaja bisa melakukan apa-apa, yang terpenting lakukan dan pastikan nilai tukar apa yang bisa didapatkan. Buat juga langkah strategis, tuliskan rincian, dan berikan motivasi ke diri kita sendiri dengan terus melakukannya setiap hari.
Setelah perbincangan ini, diharapkan remaja-remaja yang masih takut untuk memulai suatu usaha dapat lebih berani lagi untuk mengambil langkah. Tidak perlu dengan hal yang besar, bisa memulainya dengan hal yang sangat sederhana dahulu. Yang terpenting, kita mampu percaya diri dan senantiasa melakukannya maka diri kita akan terbiasa serta mampu lebih berkembang menjadi enterpreneur yang sukses.
(Redaktur Tulisan: Widya Tri Utami)

