Sekitar 645 juta orang di dunia mengalami kelaparan pada tahun 2025, sementara 2,69 miliar orang tidak mampu membeli makanan bergizi. Data dari Food and Agriculture Organization (FAO) pada laman fao.org tersebut, menjelaskan bahwa ternyata persoalan pangan bukan sebatas tersedia atau tidaknya makanan bergizi saja, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk mengaksesnya.
Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, jargon “Belum kenyang kalau belum makan nasi” sudah menjadi doktrin kultural yang mendarah daging. Doktrin ini memicu ketergantungan akut pada satu komoditas pokok, yaitu beras.
