Hits: 40
Sulisintia Harahap
Pijar, Medan. Public Relations Universitas Indonesia (UI) kembali mempersembahkan Public Relations Weeks 2021 dengan beberapa rangkaian acara. Pertama PRestasi, yaitu ajang kompetisi tentang humas berskala nasional dengan tiga cabang lomba dan kedua adalah PRomote, webinar yang membahas mengenai copywriting dan personal branding. Dan pada Senin (31/5) pukul 13.00 WIB, telah sukses dilaksanakan rangkaian acara ketiga yang diusung dengan nama PRoduction. Acara webinar ini bertemakan “Building A Timeless Brand Through Visual Communication” dan dilangsungkan melalui platform Zoom Meeting.
Webinar yang dihadiri oleh lebih dari empat ratus peserta ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para peserta dalam menyadari pentingnya menerapkan Branding dan Visual Communication, baik dalam skala kecil seperti individu, maupun dalam skala yang lebih besar, seperti organisasi dan perusahaan.
Acara yang dimoderatori oleh Najwa Puteri selaku Mahasiswi Humas UI ini menghadirkan dua pemateri. Tirta Mandira H (dr.Tirta), selaku founder dan CEO Shoes and Care yang merupakan pemateri pertama. Ia mengawali materi dengan sharing pengalaman dan perspektifnya tentang terjun ke dunia bisnis yang sama sekali tidak berkaitan dengan jabatannya sebagai dokter. Menurut perspektifnya juga, bisnis itu tidak pandang jabatan dan dari mana modal untuk bisa mulai berbisnis.
“Dalam berbisnis, kita perlu tahu dulu apa sih alasan costumer harus memilih produk kita? Karena misalnya aja gini, apa bedanya usaha nasi goreng di jalanan dengan di restoran. Kita tentu tahu bedanya apa. Nah, yang membedakannya itu lah disebut value. Maka sebenarnya yang susah dalam berbisnis itu adalah mempertahankan usaha kita,” terangnya.
Dasar pemikiran tentang dunia bisnis yang ditanamkan oleh penjelasan dr.Tirta dilengkapi oleh pemateri kedua, yaitu Rex Marindo, selaku founder dan CEO Foodizz. Walau membahas materi yang sama, Rex lebih menekankan pada pentingnya Branding melalui komunikasi visual untuk mengenalkan produk kita dan menyebarluaskan nama perusahaan bisnis yang kita bangun kepada khalayak sebagai target pasar kita.

(Sumber foto: Dokumentasi Pribadi)
“Ini zaman di mana ketika mengerti strategi visual dan menciptakan visual yang kuat, maka kita sudah memenangkan setengah dari pertarungan di pasar. Lihat saja dalam bisnis kuliner, sebagian besar yang viral dimulai dari TikTok. Contohnya Odading Mang Oleh,” jelas Rex.
Materi yang disampaikan pun semakin dipertajam lagi oleh Rex dengan memberikan tips dan trik dalam membangun kekuatan komunikasi visual dalam sebuah brand. “Setidaknya ada lima hal yang harus diperhatikan agar komunikasi visual brand kita kuat, yaitu insight base, yang berarti visual harus disusun berdasarkan data, fakta, dan informasi sehingga akan efektif dan tepat sasaran. Kedua, objectives to achieve, yaitu visual strategi dibuat berdasarkan keobjektifan yang jelas, seperti teori SMART. Ketiga, brand identity and guideline, visual strategi harus mengacu pada identitas dan pedoman. Keempat, creative and strong exection, berarti harus memiliki tim yang kuat secara kreativitas dan eksekusi. Kelima, KPI dan evaluation, yaitu dampak dari komunikasi visual yang dibuat harus diukur dan dievaluasi secara berkala,” tegas Rex.
Webinar yang berlangsung selama dua jam lebih ini pun diakhiri dengan penyerahan e-sertifikat kepada kedua pemateri secara virtual dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama pemateri dengan peserta webinar yang dipandu oleh panitia webinar.
(Editor: Erizki Maulida Lubis)

