Cancel culture, gagasan yang merujuk pada ‘pembatalan/membatalkan’ seorang artis ataupun public figure dari apapun yang saat itu sedang dilakukannya, baik di dunia maya maupun nyata

Cancel culture, gagasan yang merujuk pada ‘pembatalan/membatalkan’ seorang artis ataupun public figure dari apapun yang saat itu sedang dilakukannya, baik di dunia maya maupun nyata
Tidak dapat dipungkiri banyaknya antusiasme setiap orang untuk dapat membangun personal branding melalui content of life atau attractive content di media sosial, terutama Instagram.
Personal branding pada dasarnya merupakan suatu hal yang harus bisa dimiliki oleh setiap orang. Dengan mem-branding diri, kita akan memengaruhi cara orang memandang diri kita. Namun masih banyak pertanyaan muncul perihal bagaimana cara untuk mulai mem-branding, apalagi di era yang sudah serba digital. Sehingga, akun media sosial kerap menjadi sasaran para penggunanya dalam membentuk brand dirinya.
Sejak adanya wabah Covid-19, hampir setiap aktivitas dilakukan secara online. Hingga kini sudah begitu banyak seminar daring yang telah dilakukan oleh berbagai instansi dengan tajuk yang juga beragam. Tak terkecuali dengan UPT Bahasa Teknologi Sumatera (ITERA). Setelah lima bulan vakum mengadakan seminar daring, kali ini UPT Bahasa ITERA kembali mengadakan Seminar Penulisan Konten Media Sosial yang dilakukan secara daring melalui platform Zoom pada Senin (12/4) yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube UPT Bahasa ITERA.
Profesi content creator kini semakin diminati masyarakat, khususnya generasi muda. Ini tentu tidak terlepas dari perkembangan teknologi yang kian canggih, sehingga begitu banyak platform media sosial yang dapat dimanfaatkan oleh para content creator dalam menghasilkan pundi-pundi rupiah lewat karya mereka.
“Penghakiman massal lewat media sosial berkali terjadi pada karya seni dan pikiran atas keadilan. Gejala ini menunjukkan media sosial telah menjadi medium penghakiman massal tanpa proses keadilan, melahirkan anarkisme massal,” demikian pernyataan Sutradara Garin Nugroho atas petisi penolakan film Kucumbu Tubuh Indahku.
Film yang terinspirasi dari seorang penari Lengger bernama Rianto ini, bercerita tentang perjalanan hidup seorang Juno dalam pencarian jati dirinya. Lengger sendiri adalah tarian di mana penarinya adalah laki-laki yang mengenakan riasan dan berlenggok seperti perempuan.
Dengan hanya menggunakan gadget yang kita miliki, kita bisa menonton berbagai vidio menarik, lucu, edukatif dan inspiratif yang bisa menemani kita melewati waktu kosong yang terasa berat karena harus tetap di rumah.
Berbicara mengenai olahraga, ada satu olahraga yang sangat digandrungi masyarakat di masa pandemi ini, yakni bersepeda. Tidak seperti masa pra-pandemi, saat ini mudah sekali bagi kita menemui para pesebeda di jalanan. Kini para pesepeda pun layaknya seperti pasukan semut yang tiba-tiba berkumpul dan bergerak beramai-ramai. Bedanya, para pesebeda ini tidak serapi semut ketika berjalan, bahkan pesepeda pun acap kali menganggu kendaraan lainnya di jalanan.
Brexit The Uncivil War adalah sebuah film bergenre drama sejarah berdasarkan kejadian nyata yang terjadi pada 23 Juni 2016 di Britania Raya, mengenai referendumnya untuk keluar sebagai keanggotaan Uni Eropa. Pada peristiwa ini, seluruh warga Britania Raya berusia 18 tahun ke atas memberikan hak suara mereka untuk memilih nasib yang akan memenangkan referendum Brexit. Pilihan antara Britania Raya tetap menetap ataukah harus memisahkan diri meninggalkan keanggotaan Uni Eropa.
Pariwisata Indonesia merupakan sektor potensial yang berkontribusi banyak bagi devisa negara. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama, melalui paparannya dalam rapat kerja bersama DPR pada Januari lalu menyatakan bahwa sektor pariwisata Indonesia pada tahun 2019 lalu menyumbang sebesar Rp 280 Triliun atau setara dengan 5,5% dari PDB Nasional. Hal tersebut menunjukkan begitu besarnya potensi pariwisata bagi perekonomian Indonesia.