Hits: 22

Lainatus Syifa Hasibuan

Pijar, Medan. Dalam beberapa hari terakhir, cuaca panas menyerang kota Medan. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, suhu maksimum di Kota Medan mencapai 36 derajat celcius dan kondisi panas menyengat ini berpotensi akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

Dilansir dari CNN Indonesia, Kepala Balai BMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho menuturkan hal ini disebabkan oleh sulitnya pertumbuhan awan dan turunnya hujan. Fenomena tersebut dapat terjadi karena pada tanggal 12 Maret 2024 pukul 07.00 WIB hingga 19.00 WIB, menunjukkan angin barat yang cukup kuat dan menyebar di wilayah Sumatera Utara.

Karena kondisi tersebut, masyarakat merasa tidak nyaman beraktivitas di luar rumah lantaran panas yang membakar kulit. Hal ini diutarakan oleh Putri, salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU). Ia memberikan pendapat terkait cuaca panas yang melanda Kota Medan yang menurutnya memengaruhi perkuliahan, terutama di siang hari.

“Kerasa banget panasnya. Kalau jam matkul siang jadinya lemes, gerah, ngantuk, apalagi puasa jadinya haus banget,” ujarnya.

Cuaca panas ekstrem pun dapat membuat daya tahan tubuh menurun dan berakibat pada masalah kesehatan. Oleh sebab itu, dengan kondisi cuaca yang sedang melanda Kota Medan saat ini penting untuk menjaga kesehatan dengan memlihara daya tahan tubuh tetap baik.

Menanggapi hal ini dari sisi kesehatan, Febri Maulida selaku mahasiswa S2 Fakultas Kesehatan Masyarakat USU menjelaskan upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat.

“Tips yang utama dalam menjaga kesehatan saat cuaca panas ekstrem itu jangan terlalu banyak keluar rumah kalau tidak ada hal yang penting untuk dilakukan. Jika mengharuskan untuk beraktivitas di luar rumah, jangan lupa untuk banyak minum agar tidak dehidrasi dan mengonsumsi buah-buahan. Disarankan juga untuk membatasi minuman yang memiliki kadar gula tinggi,” ujarnya.

Febri juga melanjutkan penjelasannya tentang upaya menghadapi cuaca ekstrem dengan mengenakan proteksi di tubuh ketika ke luar rumah.

“Selain itu, penting juga untuk menggunakan sunscreen saat beraktivitas di luar rumah. Minimal SPF 30 dan re-apply setiap 2 jam sekali, ditambah dengan menggunakan payung atau masker,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa upaya paling penting adalah pencegahan dari dalam diri, dengan selalu menjalankan gaya hidup sehat agar tetap dalam kondisi prima saat menghadapi cuaca panas.

“Yang terpenting adalah menerapkan gaya hidup sehat, dengan menjaga pola makan seimbang, tidur yang cukup, dan rutin berolahraga. Gaya hidup sehat akan membuat tubuh fit dalam kondisi atau cuaca apapun. Cuaca panas yang sedang melanda di Kota Medan sangat rentan memicu masalah kesehatan, tetapi kita bisa menghindarinya dengan melakukan upaya-upaya pencegahan. Salam sehat,” tutupnya.

 

(Redaktur Tulisan: Rani Sakraloi)

Leave a comment