Hits: 12

Ayu Nabila Putri

Pijar, Medan. Sikkola Rakyat Indonesia mengadakan webinar yang bernama Sejuta Suara Sikkola Rakyat 1.0 dengan mengangkat tema “Generasi Emas 2024: Mimpi atau Nyata?”. Webinar ini dihadiri oleh peserta yang berasal dari dalam dan luar pulau Sumatera dengan menghadirkan narasumber, yaitu Dede Yusuf Macan Effendi selaku Wakil Ketua Komisi X DPR RI dan Esther Natalia Lubis selaku CEO of Produktifkuy dan Influencer Pendidikan pada Rabu (20/12/23).

Sejuta Suara Sikkola Rakyat adalah sebuah program yang bertujuan untuk menyediakan wadah diskusi bagi banyak kalangan, khususnya bagi muda dan mudi di Indonesia agar dapat bersuara dan berdiskusi. Yesicha Stephany Simbolon mengungkapkan bahwa fokus pada webinar ini ialah generasi emas 2045.

Visi Indonesia emas 2045 adalah meningkatkan sumber daya manusia. Dede Yusuf Macan Effendi mengatakan bahwa terdapat tiga sumber kekuatan untuk mewujudkan visi tersebut.

“…bahwa Indonesia itu memiliki tiga sumber kekuatan negara, yang pertama, Sumber Daya Alam yang luar biasa. Kedua, memiliki Sumber Daya Geografis. Ketiga adalah sumber daya manusia, karena Indonesia adalah negara nomor empat dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, dari 8 milyar manusia, 1,43 milyar ada di China, 1,4 milyarnya di India, dan 350 jutaan lebih ada di Amerika, dan Indonesia ada 289 juta,” jelasnya.

Sejuta Suara Sikkola Rakyat 1.0 - www.mediapijar.com
Mengenal definisi Generasi Emas dan perannya dalam mewujudkan bonus demografi yang berkualitas.
(Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi (Ayu Nabila Putri))

Ia juga menjelaskan masih terdapat tantangan bagi Indonesia dalam mewujudkan generasi emas 2045 yaitu, pengangguran terbuka yang berjumlah 8,40 juta penduduk atau 5,83%, serta Angka Persentasi Kasar (APK) pendidikan tinggi Indonesia masih tertinggal dan hanya mencapai 33%.

Terdapat beberapa penyebab dari banyaknya pengangguran yang dialami para sarjana, yaitu terbatasnya lapangan kerja akibat disrupsi ekonomi dan mismatch antara keterampilan lulusan dengan kebutuhan kerja.

Ester Natalia Lubis menambahkan beberapa hal yang harus dipersiapkan anak muda untuk dapat bersaing di dunia kerja.

“…yang harus disiapin menurut aku adalah mental, mental yang semisal kalah ya menerima kekalahan, bukan menyalahkan keadaan, juga mental yang siap untuk gagal. Kedua adalah belajar bahasa Inggris, dengan punya skill yang lebih dari yang lain, maka kita punya akses yang lebih cepat dari yang lain. Ketiga, kamu banyakin network sama teman-teman yang membantu kamu dan memberikan insight terbaru buat pola iker kamu,” tutur Ester.

(Redaktur Tulisan: Alya Amanda)

Leave a comment