Hits: 151

Dea Natalia / Salsabila Sagala

Pijar, Medan. Apakah kamu pernah mendengar tentang tes MBTI? Akhir-akhir ini, masyarakat khususnya anak muda sedang marak melakukan tes MBTI. Tes MBTI ini awalnya merupakan sebuah uji kepribadian yang diperkenalkan oleh Katherine Cook Briggs dan putrinya Isabel Briggs Myers pada tahun 1942.

MBTI merupakan kepanjangan dari Myers-Briggs Type Indicator, tes psikologi yang sudah dirancang sesuai preferensi dari persepsi untuk memudahkan masyarakat dalam mengidentifikasi dan menerima pemahaman bagaimana masyarakat menerima informasi dan mengambil keputusan.

Singkatnya, tes MBTI merupakan tes kepribadian yang dilakukan untuk mencari tahu kepribadian, potensi, dan preferensi seseorang. Carl Gustav Jung menjelaskan bahwa kepribadian ini dibagi menjadi empat kategori sifat manusia yang kemudian dikombinasikan dan menghasilkan 16 tipe kepribadian.

Apa saja sih, empat kategori yang dimaksud? Empat kategori kepribadian manusia yang telah teridentifikasi yaitu, ekstraversi (E) atau introversi (I), penginderaan (S) atau intuisi (N), berpikir (T) atau merasa (F), menilai (J) atau mempersepsi (P).

Enam belas kombinasi tipe kepribadian tersebut yaitu, ISTJ, ISFJ, INFJ, INTJ, ISTP, ISFP, INFP, INTP, ESTP, ESFP, ENFP, ENTP, ESTJ, ESFJ, ENFJ, dan ENTJ. Masing-masing dari kepribadian ini memiliki makna kepribadian yang berbeda-beda, lho!

Contoh umumnya, dalam tes MBTI kamu bisa mengetahui apakah dirimu bagian dari ekstraversi atau introversi. Apakah kamu lebih senang bersosialisasi atau menyendiri? Kamu juga bisa mengetahui kepribadianmu yang lebih banyak berpikir atau lebih santai dalam menghadapi permasalahan.

Namun, tes MBTI tidak menjanjikan hasil yang permanen. Kepribadian orang bisa berubah setiap harinya, maka itu hasil tes MBTI juga bisa berubah sewaktu-waktu. Perlu melakukan tes MBTI setiap tahun untuk mengetahui perubahan apa yang terjadi pada kepribadian kita.

Poin penting yang perlu diperhatikan dalam tipe kepribadian ini adalah tidak ada kepribadian yang lebih baik atapun lebih buruk. Kepribadian ini tidak membatasi atau membebani. Sadar akan kepribadian sendiri dan mempelajarinya akan membantu kita mengembangkan bakat dan keunikan kita.

Selain itu, tes MBTI punya banyak manfaat untuk diri sendiri, lho! Dengan tes MBTI, kita jadi memahami kelebihan dan kelemahan diri kita, lebih paham tentang diri sendiri, dan dengan mempublikasikan hasilnya orang akan lebih paham dan mengerti kita.

Selain untuk pengetahuan sendiri, ternyata tes MBTI juga berlaku untuk kehidupan sehari-hari. Beberapa perusahaan menjadikan tes MBTI sebagai bagian dari proses perekrutan. Perusahaan berharap tes ini dapat menjadi acuan untuk mengenali jenis kandidat yang sesuai dengan kriteria perusahaan.

Dalam pertemanan, tes MBTI perlu gak ya? Dengan saling mengetahui MBTI sesama teman, kita jadi lebih sadar tentang kepribadiannya dan lebih paham bagaimana cara bertindak mereka, begitupun sebaliknya.

Kamu bisa mulai mengenali diri lebih dalam melalui tes MBTI. Tanpa mengeluarkan banyak uang, kini tes MBTI bisa dilakukan secara gratis melalui gadget kamu.

(Redaktur Tulisan: Marcheline Darmawan)

Leave a comment