Hits: 69

Shafna Jonanda Soefit Pane

Pijar, Medan. Persiapan internasionalisasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) merenovasi gedung perkuliahan menjadi berstandar internasional. Renovasi ini sudah mulai dilakukan sejak bulan Mei 2023 dan ditargetkan siap digunakan pada awal tahun 2024 mendatang.

Internasionalisasi merupakan upaya perguruan tinggi dalam mencapai sebuah tujuan, fungsi atau penyampaian pendidikan yang terintegrasi dengan komponen internasional. Bentuk-bentuk internasionalisasi ini tidak hanya dilihat dari segi kurikulumnya, tetapi juga sarana dan prasarana yang mendukung proses belajar mengajar, terutama ruangan kelas yang harus ikut berstandar internasional.

FISIP menjadi salah satu fakultas di USU yang mulai merealisasikan program internasionalisasi ini. Hal tersebut dapat dilihat dari proses renovasi yang tengah dilakukan di gedung perkuliahan A FISIP USU.

Dekan FISIP USU, Hatta Ridho, menjelaskan, “Kelasnya akan berstandar internasional. Ada pemecah kaca jika terjadi bencana, pintu masuk dan keluar, kemudian akan ada ranah disabilitas.”

Hatta Ridho juga mengatakan bahwa pembangunan ini akan dilakukan secara bertahap pada kelas-kelas lainnya.

“Berencana semua ruangan sudah digital. Kita berharap (dengan ini) mahasiswa budaya akademiknya bisa berubah dan mutu lulusannya akan meningkat.”

Renovasi FISIP USU - www.mediapijar.com
Ruangan perkuliahan FISIP USU dalam proses renovasi.
(Fotografer: Shafna Jonanda)

Proses renovasi ini masih terus berlangsung meski perkuliahan telah dimulai. Hal ini menyebabkan beberapa kelas tidak dapat dilaksanakan secara tatap muka.

Mazdalifah, dosen sekaligus Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, mengatakan, “Kuliah secara luring memang terhambat karena hal ini. Tapi, sekarang kuliah juga bisa berlangsung secara daring, jadi punya jalan keluar,” jelasnya.

Namun, mengadakan kelas secara daring tidak diterapkan pada semua kelas. Beberapa program studi masih melaksanakan kelasnya secara luring. Hal ini membuat perkuliahan menjadi kurang efektif karena terganggu dengan suara berisik dari pengerjaan yang sedang berlangsung.

“Untuk kelas internasionalisasinya bagus, ya. Tapi, jujur sedikit mengganggu proses belajar karena berisik. Kami tetap pakai kelas yang di atas jadi kedengaran suara pembangunannya,” ucap Azra, salah satu mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial.

Sebelumnya, FISIP USU sudah mendaftarkan lima program studi di bawah naungannya menjadi kelas internasional, yakni Ilmu Komunikasi, Antropologi Sosial, Kesejahteraan Sosial, Sosiologi, dan Ilmu Politik dengan masing-masing sepuluh mata kuliah yang akan diinternasionalisasikan.

 

(Redaktur Tulisan: Hana Anggie)

Leave a comment