Arta Elisabeth Purba

Pijar,Sibolangit. BIMAS (Bimbingan Masyarakat Katolik) Provinsi Sumatera Utara Kementerian Agama bekerjasama dengan Komisi Kepemudaan telah sukses menggelar kegiatan Retret Keluarga Mahasiwa Katolik (KMK) se-Sumatera Utara. Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Rudang Sibolangit, Jumat (20/5) sampai  dengan Minggu (22/5). Tema yang diangkat pada acara ini adalah “Egosum Katolikus” yang artinya “Saya Katolik”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan persaudaraan se-iman dikalangan mahasiswa Katolik di tengah arus zaman yang serba digital. Disamping itu, dengan beriman Katolik yang tangguh, mahasiswa sebagai kaum muda gereja diharapkan dapat menjadi saksi injil dalam hidup sehari-hari di tengah masyarakat khususnya dalam dunia kampus.

Retret ini dihadiri oleh 66 peserta dari berbagai daerah yang ada di Sumatera Utara, yaitu mulai dari Gunung Sitoli,Padang Sidempuan, Kisaran, Sibolga, Siantar, Tanah Karo, Deli Serdang, Lubuk Pakam dan Medan. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian kata sambutan oleh Panitia Penyelenggara oleh Bapak Tri, lalu kata sambutan sekaligus membuka acara retret secara sah oleh BIMAS Provinsi Sumatera Utara, Dra. Yulia Sinurat Mpd. Dengan dibukanya acara secara sah, maka retret ini mulai berlangsung dengan penuh hikmah selama tiga hari dua malam.

Dalam acara retret ini, mahasiswa tidak hanya dibekali oleh beberapa materi secara tertulis yang memperkuat iman kekatolikan kaum muda dalam menghadapi tantangan zaman, tetapi juga diselingi dengan beberapa acara outbond, senam pagi dan acara berjalan kaki untuk mengamati dan mengenal kondisi lingkungan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi retret. Mahasiswa dapat mengenal sesama saudara seiman yang ada di wilayah Sumatera Utara dan menambah semangat kekatolikan serta memperkuat jaringan satu dengan yang lainnya melalui pertemuan diacara ini.

Pastor Selestinus OFM. Cap selaku pastor pembimbing kaum muda di Komisi Kepemudaan mengajak  kaum muda untuk mau dituntun, belajar, bangkit dari kejatuhan, dan setia berjalan sampai akhir. “Setiap orang pasti dapat memberi, maka berikanlah apa yang dapat kamu berikan walaupun dimulai dengan hal yang terkecil, karena dampaknya akan sangat besar bagi dirimu dan orang disekitarmu,” ungkapnya mengakhiri.

Selama acara berlangsung, mahasiswa Katolik saling bertukar pikiran serta berbagi pengalaman mengenai kondisi organisasi kaum muda di universitas asal masing-masing. Ada beberapa KMK yang telah terbentuk bahkan telah berusia puluhan tahun, dan juga ada beberapa universitas yang belum memiliki wadah untuk berkumpul. Melalui acara ini, diharapkan agar kaum muda yang belum memiliki wadah di universitas asal, semakin termotivasi untuk  segera mungkin membentuk wadah perkumpulan KMK di masing-masing universitas.

Leave a comment