Hits: 43

Pijar, Medan. Kini cara berkomunikasi tak hanya lewat lisan dan tulisan.  Inovasi-inovasi baru kini muncul hasil dari kreatifitas dan imajinasi manusia. Melalui gambar dan lukisan pun kini bisa menjadi media penyampaian pesan yang cukup efektif. Tanpa ada unsur menggurui dan tampilan yang menarik, cara penyampain pesan melalui gambar dan lukisan ini menjadi cara baru yang mudah diterima.

Untuk menyampaikan pesan, gambar dan lukisan yang digunakan tidak melulu menggunakan media kertas dan kanvas sebagai medianya. Ada satu jenis karya lukis yang menggunakan media yang cukup unik untuk melukis yaitu Mural. Mural adalah seni melukis dengan menggunakan dinding atau tembok sebagai medianya. Keunikan dari Mural ini adalah karena media yang digunakan dan teknik tenik sapuan kuasnya.

Di Indonesia, Mural ini sudah lumayan banyak digeluti, tetapi untuk kota medan sendiri seniman yang menggeluti seni menyapu kuas di atas permukaan dinding ini masih sangat minim, karena kurangnya apresiasi dan respon positif dari berbagai pihak. Padahal Mural ini sendiri memilki manfaat yang cukup positif,  melalui Mural pesan-pesan moral dapat disampaikan.

Salah satu seniman mural di kota Medan yang memanfaat mural untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan kritik sosial adalah Ade Radinal Siregar atau yang lebih akrab disapa Ade. Pria kelahiran kota Medan 22 tahun yang lalu ini mengaku senang nge-mural karena melalui mural dia dapat menyampaikan pesan-pesan moral dan kritik sosial. Ade telah memilki beberapa lukisan yang memilki pesan moral, salah satunya adalah lukisannya yang berjudul “Soe Hok Gie”, lukisan ini terinspirasi dari film “Menolak Lupa” Soe Hok Gie. Lukisan ini berisikan kata-kata yang disampaikan oleh Soe Hok Gie, hasil lukisan Mural ini terpampang megah di salah satu kafe di Kota Medan.

“ seni itu indah tapi tidak cukup hanya untuk dinikmati oleh mata.  kayak mural ini juga sayang kali kalau hanya untuk memanjakan mata, kalau ada pesan-pesan moral dan kritik sosial di balik mural ini kan lebih bermanfaat, selain memanjakan mata juga ada pesan-pesan yang harus kita pahami”  tutur Ade saat ditanya kenapa suka memasukan unsur pesan moral dalam muralnya.

 

Leave a comment